BANJIR WASIOR

BANJIR WASIOR

Penanganan Banjir Wasior Habiskan Rp400 M

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memperkirakan biaya penanganan bencana banjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, mencapai Rp400 miliar.

Ketua BPNB Syamsul Muarif dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Kamis, (21/10/2010) menjelaskan upaya penanganan bencana terbagi dua tahap.

“Pertama, penanganan darurat yang meliputi pemberian bantuan berupa dana siap pakai, bantuan logistik, dan peralatan,” kata Syamsul di Gedung Nusantara II Kompleks DPR.

Dalam tahap itu, pemerintah juga akan membangun hunian sementara sebanyak 100 unit, untuk menampung pengungsi yang jumlahnya mencapai 4.000 jiwa.

Tahap kedua yakni penanganan pasca bencana. Penanganan ini meliputi perbaikan di sektor sosial dan ekonomi. “Saat ini sedang disusun rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir Wasior,” sambungnya.(ful)

Pemerintah Siapkan Barak Untuk Pengungsi Wasior

Kota Wasior, Papua pasca banjir bandang (Foto: daylife)

SUKOHARJO – Pasca bencana banjir banding  yang menelan korban puluhan jiwa di Wasior, Papua Barat, Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun rumah huni layak sementara.

“Wasior itu daerah kecil setingkat kecamatan, jadi infrastruktur yang rusak, tidak banyak. Yang terpenting saat ini adalah menangani para pengungsi, agar dapat beraktifitas kembali, sambil menunggu rumah permanen,kami akan membangun rumah layak huni sementara,”ungkap Menteri Pekerja Umum, Djoko Kirmanto, di audotorium UMS, Sabtu (16/10/2010).

Ditambahkan Djoko Kirmanto,rumah layak huni  yang akan dibangun nanti,berbentuk seperti rumah barak. Namun,yang terpenting, rumah  satu barak yang dibangun dalam satu  komplek tersebut, bisa menampung 60 Kepala  Keluarga. Sedangkan anggarannya akan diambil dari alokasi Badan Nasional  Penanggulangan Nasional.

“Ini hanya bersifat sementara. Yang penting para pengungsi tidak berlama-lama di tenda pengungsian. Rumah huni sementara itu lebih  nyaman dibandingkan dengan tenda-tenda  pengungsian yang ada saat ini. Rumah huni sementara itu akan dilengkapi dengan  fasilitas pendukung lainnya seperti sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dan lain sebagainya,”ungkapnya lagi.

Terkait bancana yang terjadi di Wasior tersebut, Djoko Kirmanto kembali menegaskan bahwa bencana tersebut terjadi bukan karena adanya pembalakan liar atau illegal logging. Tetapi disebabkan karena terjadinya evolusi morfologi atau kondisi yang terjadi secara periodik dikawasan yang terjal dan sering terjadi gempa.

“Kami sudah menanyakan kepada Bupati hingga tingkat bawah, semuannya mengatakan tidak memberi ijin kepada pengusaha untuk melakukan penebangan. Selain itu menurut keterangan seorang profesor dari UGM, Wasior, merupakan daerah yang sering gempa, maka menjadi labil dan saat hujan turun terjadinya banjir bandang itu. Bahkan kayu
yang dibawa air saat banjir bandang,bukan  kayu hasil penebangan,namun kayu utuh,”pungkasnya.(Bramantyo/Trijaya/crl)

PMI Salurkan Air Minum untuk Korban Wasior

Lamtiur Kristin Natalia Malau – Okezone
Ilustrasi (Foto: daylife)

JAKARTA – Bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, terus disalurkan.

Kali ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Barat mendistribusikan 520 kardus air minum bagi para pengungsi. Air minum ini didistribusikan para relawan PMI di lokasi pengungsian di Wasior dan Balai Latihan Kehutanan (BLK), serta Lapangan Tembak Kodim Manokwari.

“Siang ini juga, air minum untuk wilayah Wasior sudah ada di KM Amal Jaya untuk dibawa ke lokasi,” kata Staf Komunikasi PMI Provinsi Papua Barat Halibab Halim, seperti dimuat dalam rilis PMI yang diterima okezone, Jumat (15/10/2010).

Air minum yang didistribusikan ini terdiri dari kemasan 600 mililiter dan 1.500 mililiter. Dijelaskan Halibab, bantuan ini sangat dibutuhkan oleh para pengungsi yang sampai saat ini masih membutuhkan air minum dan susu untuk keperluan anak-anak dan balita.

Bantuan air minum ini adalah bagian dari bantuan air minum yang diberikan Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebanyak total 950 kardus untuk saat ini.

Staf Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI Ahmad Djaelani menerima langsung bantuan tersebut yang diserahkan oleh Sales Manager CCAI Murtoyo di Kantor PMI Provinsi Papua Barat.

“Bantuan ini adalah tindak lanjut dari MoU yang dibuat antara PMI dan CCAI dengan komitmen membantu korban banjir di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat,” ujar Ahmad Djaelani.

Sementara itu Sales Manager CCAI Murtoyo mengatakan bahwa bantuan air minum ini akan diberikan secara bertahap kepada para korban yang selamat.

Selain distribusi air minum, PMI juga mengerahkan tim air dan sanitasinya untuk mendistribusikan air bersih bagi para pengungsi. Di lokasi pengungsian BLK Manokwari, tim air dan sanitasi PMI mendistribusikan tidak kurang dari lima ribu liter air bersih bagi para pengungsi setiap harinya.

“Sumber air di lokasi pengungsian masih bagus. Kita hanya membantu mendistribusikan air untuk bisa ditampung di bak-bak air mereka,” jelas Koordinator Tim Air dan Sanitasi PMI Eko Agung Permana.

Sementara di Wasior, tim air dan sanitasi PMI akan menempatkan empat buah tangki air yang masing-masing dapat menampung 1.100 liter air untuk digunakan para pengungsi.

“Seperti di BLK, sumber air masih bagus namun lokasinya jauh. Dengan tangki-tangki air ini, kami harap para pengungsi dapat dengan mudah mendapatkan air bersih,” ujar Eko.
(lam)

Ferdinan – Okezone

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: